DNA (Dream N Action)

Siapa yang tak ingin menjadi seorang yang sukses, dipandang dan disegani oleh orang banyak. Namun untuk mendapatkan itu semua tak semudah memasak mie instan atau merebus air panas. Hal ini dikarenakan banyak hal yang harus di siapkan dan juga tempahan dari proses menuju kesuksesan. Yang menjadi pertanyaan besar bagi banyak orang adalah ” apa yang harus dilakukan untuk meraih kesuksesan?”. Kali ini saya akan membocorkan sedikit rahasia besar yang telah saya lakukan.

DNA (Dream N Action) kata itulah yang melekat pada otak saya ketika pertama kali membaca buku dari karangan Ipho Santosa yang berjudul 10 Jurus Terlarang. Apa itu DNA? Dream N action, ketika kamu memiliki sebuah harapan atau keinginan Just Do It itu kata produk olahraga dari negeri paman SAM Amerika NIKE. Segera lakukan meski hal kecil yang tidak terlalu signifikan dalam satu atau dua massa. Contohnya, ketika kamu ingin menjadi seorang pengusaha muda yang sukses, mulailah untuk mempersiapkan kartu nama. Karena hal kecil semacam ini mampu mengubah kehidupan anda, kartu nama yang tak lebih besar dari smartphone yang anda miliki mampu mengubah pandangan orang lain kepada anda. orang lain akan mulai segan dan menghargai anda.

“Jadilah Mangga Muda yang selalu mematangkan diri, jangan pernah menjadi mangga matang yang hanya menanti busuk dan terjatuh”. untuk mencapai sebuah kesuksesan jangan pernah merasa puas, selalu rendah diri dan mematangkan diri. seperti kutipan diatas, ketika anda sudah merasa sukses dan enggan berjuang suatu saat nanti anda akan segera tersungkur menghujam pada kegagalan.

selain memanajemen perkembangan untuk meraih kesuksesan ada sebuah rahasia lagi GRATIS untuk anda yaitu kepemimpinan diri anda sendiri. 70% kehidupan anda digunakan untuk membahagiakan orang-orang di sekitar anda, dan sisanya untuk anda sendiri. Namun ada massa nya anda harus berani mengambil keputusan untuk membalikkan keadaan. Dimana 70% itu menjadi kebahagiaan anda sendiri setelah itu sisanya untuk kebahagiaan orang lain. karena ini hidup anda, jadi anda yang menentukan jalannya. tapi ingat, tidak setiap saat anda melakukannya karena “manusia dianggap manusia ketika ia telah memanusiakan manusia lainnya” itulah sepenggal kata-kata dari Buya Hamka.

Iklan

Ahok VS DPRD dan Dana Siluman

Perseteruan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) versus DPRD DKI memasuki babak baru. Kali ini APBD DKI 2015 yang diributkan. Ahok menuding ada ‘dana siluman’ yang diselipkan di APBD DKI 2015, 106 anggota DPRD DKI tak terima. Pertarungan pun mengemuka ke publik. Siapa yang akhirnya akan tumbang?

Dipimpin politikus PDIP Jhonny Simanjuntak yang menjadi ketua panitia hak angket, DPRD mulai menyelidiki soal tudingan adanya dana siluman di APBD DKI 2015. Pengajuan hak angket ini merupakan serangan untuk Ahok, sebab digunakan untuk menyelidiki kebijakan Pemerintah yang berkaitan dengan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara. Simpelnya, DPRD menuding balik ada oknum di Pemprov DKI yang bermain dengan APBD DKI.

Hak angket DPRD sudah diajukan secara sah melalui rapat paripurna yang digelar Kamis (26/2) kemarin. 106 Anggota dari 10 parpol yang ada di DPRD DKI secara bulat menyetujui penandatanganan hak angket untuk Ahok. “Hak angket merupakan hak DPRD untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan eksekutif, utnuk mencari titik simpul. Hak angket sudah ditandatangani oleh 106 anggota DPRD,” kata Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi dalam sidang paripurna di DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, kemarin.

Alasan pengajuan hak angket ini tak hanya soal dana siluman APBD DKI, soal etika pun dibawa-bawa. Sejumlah fraksi setuju mengajukan hak angket dengan alasan Ahok dianggap kurang memiliki etika. Gaya blak-blakan Ahok sepertinya kurang disukai politikus Kebon Sirih. “Seorang pemimpin bukan hanya harus punya kemampuan, tapi harus berakhlak. Untuk itu Fraksi Golkar menyetujui hak angket,” ujar juru bicara Fraksi Golkar Ramli Muhammad di paripurna kemarin.

Menghadapi serangan dari 106 anggota DPRD DKI, Ahok tak gentar. Sejumlah jurus dia siapkan. Salah satunya meminta pertemuan dengan Mendagri Tjahjo Kumolo. Ahok berharap mendapat solusi dari Mendagri. Waktu pertemuan dengan Tjahjo masih dicari.

Tak berhenti sampai di situ, Ahok juga menemui Presiden Jokowi. Kepada mantan rekan duetnya di DKI itu, Ahok menceritakan soal perseteruannya dengan DPRD DKI. “Dari dulu juga Gue dibeking presiden,” kata Ahok usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan hari ini.

Ahok sadar ada risiko besar menunggu dirinya di ujung perseteruannya dengan DPRD DKI. Tanpa parpol pendukung, Ahok bisa dimakzulkan tanpa perlawanan. Namun dia siap menghadapi risiko itu, demi tranparansi sistem penganggaran di DKI.

Perseteruan dengan Ahok juga menyimpan risiko untuk para politikus DPRD DKI. Jika Ahok bisa membuktikan dana siluman di APBD merupakan susupan dari DPRD, maka bukan tidak mungkin parlemen ibu kota itu diobrak-abrik KPK atau Kejagung. Apalagi Ahok pernah menyatakan niatnya untuk melapor ke penegak hukum.

Patut disimak siapa yang akan tumbang di ujung cerita dana siluman ini, Ahok atau DPRD DKI?

Halo dunia!

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika Anda menyukai, gunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengapa Anda memulai blog ini dan apa rencana Anda dengan blog ini.

Selamat blogging!